MyMenu1

Showing posts with label Tanya Jawab Nahwu. Show all posts
Showing posts with label Tanya Jawab Nahwu. Show all posts

Tuesday, 13 January 2015

Tanya Jawab Nahwu: Keterangan Tempat &Waktu (Dzharaf Makan dan Dzharaf Zaman)

Ustzh.Muthmainnah Jawas,Lc,
Musyrifah Indri Ummu Yusuf
Kelas 1A
Korlas: Susi Ummu Rino


1⃣   Tanya (T) :  Bagaimana cara mengenali mashdar dlm suatu kalimat?

      Jawab (J)--- Ustadzah Muthmainnah Jawas,Lc: Dengan melihat bentuknya sesuai yg telah kita ketahui, hafal, dan atau lihat di kamus


2⃣   Tanya (T): Dzharaf zaman dan makan ini sebenar nya banyak kan... tdk cuma spt yg di diktat dan audio dan video saja... semua dihafal kan... bgm penggunaan nya dlm kalimat... apa ada kiat2nya...
    
     Jawab (J)--- Ustadzah Muthmainnah Jawas,Lc: Digunakan sesuai dengan maknanya saja..


3⃣   Tanya (T) : bagaimana meletakkan mashdar dan dzharaf dlm suatu kalimat? di akhir, setelah kata yg ditegasi atau boleh di awal kalimat?

      Jawab (J)--- Ustadzah Muthmainnah Jawas,Lc: Mashdar sbg penguat rata2 di akhir. Karena dia sbg maf'ul, maka terletak setelah fi'il fa'il. Adapun dzharf ada yg bisa diletakkan di awal. Tp tdk semua.

Tanya Jawab Nahwu : Keterangan Penguat (Taukid) dan Keterangan Pengganti (Badal)

REKAP TANYA JAWAB

Ustazahh.Muthmainnah Jawas,Lc,
Musyrifah Indri Ummu Yusuf,
Kelas= 1A



1⃣ Tanya (T) --- Susi Ummu Rino :  Bgmn bentuk fiil apakah mudzakkar atau muannats bila failnya campuran laki laki dan perempuan??

Jawab (J)--- Ustadzah Muthmainnah Jawas,Lc: Jika fail banyak tsb dihubungkan dgn waw athaf, maka fi'il disesuaikan dengan fa'il terdekat.



2⃣ Tanya (T) --- Ummu Nisa : Pada kalimat محمدٌ رَسُولُ اللهِ kedudukan رسولُ اللهِ sebagai badal dan pada kalimat  نَبيِّينَا مُحَمد kedudukan muhammad sebagai badal, apakah bisa disimpulkan bahwa badal selalu terletak setelah mabdul?

Jawab (J)--- Ustadzah Muthmainnah Jawas,Lc: Iya, badal selalu terletak setelah mubdal minhu. Badal dan taukid ini termasuk taabi'(pengikut), jd harus terletak setelahnya



3⃣ Tanya (T) --- Puji   : Ustadzah....ان ( inna ) bukan termasuk taukid, lalu digolongkan ke mana? Kata sebelum taukid apakah bilangannya harus jama' atau bisa juga menjelaskan mufrad?

🔸Jawab (J)--- Ustadzah Muthmainnah Jawas,Lc: Inna masuk huruf taukid. Nanti ini akan ada pelajarannya, in sya Allah. Adapun yg kita bahas sekarang adalah lafazh (isim) yg menguatkan isim sebelumnya. Kata sebelum taukid bilangannya bisa mufrad..

Tanya Jawab Nahwu: Keterangan sifat (Na'at - man'ut) dan Kata Sambung ('Athaf - Ma'thuf)

REKAP TANYA JAWAB

Ustadzah= Muthmainnah Jawwas ,Lc.
Musyrifah = Indriya Ummu Yusuf
Kelas = 1A

Tanya👉 Apakah huruf Athaf termasuk harfu jar?
🔸Jawab =  Tidak

Tanya 👉 Na'at Ma'ut ,Na'at = kata sifat... Apa Na'at selalu berarti sifat... * seperti yg ada di wazan فَعُلَ  * sifat musyabihah * sifat muballagoh * isim tafdhil dan sejenis nya... Apa kah Na'at jg bisa berbentuk:  * isim Masdar * isim Maf'ul dll ,mohon penjelasan
Jawab=
🔸Tidak untuk isim mashdar. Yg lainnya bisa.

Tanya👉  Memang kenapa isim masdar?
Jawab =
🔸Tidak akan nyambung dr segi makna.

Tanya= 👉 Apakah Na'at juga bisa bertumpuk tumpuk seperti Idhafah..Jawab  :
🔸Bisa lebih dr 1.

Tanya=👉 Ma'rifat - Ma'rifat ➡ Na'at Man'ut semua sama ,Nakirah - Nakiroh ➡ Na'at Man'ut semua sama, Nakirah - Ma'rifat ➡ Idhofah ,Nakirah - Nakirah ➡ Idhafah ,dmn Mudhaf ilaih jar...apakah... namanya ... kalo Ma'rifat - Nakirah....
Jawab=
🔸Jumlah ismiyyah. Mubtada ma'rifat , khobar nakiroh

Tanya Jawab Nahwu : Keterangan Kalimat dengan Jar Majrur dan Mudhaf - Mudhaf Ilaih

Ustadzah= Muthmainnah Jawwas,Lc.
Kelas = 1B



🔸Tanya 👉  Ustadzah. .. apakah kaidah penyusunan kalimat jumlah filiyah atau ismiyah bila di gabung dengan Muftada Khabar mengikuti kaidah masing masing?  Bagaimana Jika di gabung dengan kata kepunyaan seperti kitabiii . (Buku saya)?

🔸Jawab= Afwan maksud pertanyaannya gimana ya?
Karena jumlah filiyyah kompinennya bukan mubtada khobar tp fiil fail.
Jumlah ismiyyah yg mubtada khobar.
Dan idhafah seperti kitabii boleh..


🔸Tanya 👉ustadzah,  dlm pola kalimat fi'il Muta'addiy ditambah keterangan, سَمِعَ زَيْدٌ الخُطْبَةَ فِيْ المَسْجِدِ
zaid telah mendengar khutbah di dalam masjid,  mudhaf - mudhaf ilaihnya yg mana? syukron ya ustadzah

🔸Jawab 👉Tidak ada. Adanya jaar majrur..


🔸Tanya 👉  Ustadzah, klo mudhof ilaih selain isim ghoiru munshorif, apa harus dalam bentuk al?

🔸Jawab 👉Tidak. Boleh nakirah..


🔸Tanya 👉Dalam soal wajibat, ada kalimat
... jaami'ati madinati makkata ....
➡Apa mungkin ada kalimat urutanya mudhof-mudhof-mudhof ilaih?
atau yg lbh mungkin: mudhof-mudhof ilaih-mudhof ilaih ...?

🔸Jawab 👉Ada, bahkan bisa sampai 4 juga. Kata kedua dan ketiga menjadi mudhaf ilaih sekaligus mudhaf. Kata terakhir baru haaya sebagai mudhaf ilaih saja

Tanya Jawab Nahwu: Kalimat Sempurna Jumlah Ismiyyah


Ustadzah= Muthmainnah Jawwas, Lc.
Kelas= 1B


Tanya= usthadah untuk jamak taksir lighoiril aqil   kaidah khabarnya dihukumi mufrod muannats, makaud mufrod muannats itu kan bentuk tunggal wanita sedangkan yg dimaksudkan jamak, yg sy tanyakan mengapa tetap ada kata "mufrod" tdk langsung jamak muannats.
Jawab= Begini ukh..
Memang dia dihukumi mufrod muannats. Mengapa? Karena fiil yg dipakai untuk muannats dhomir hiya (mufrod). Ketika khobar juga pakainya untuk muannats yg mufrod, misal
الكُتُبُ جَميلَةٌ
Perhatikan jamiilah disitu adalah mufrad muannats. Bukan jamak..
Kalo jamak muannats beda lagi..


Tanya==> kalo kalimat  diawali dengan ال seperti القًّاءِمَاتٌ dibaca qoimaatuun atau aqqoimaatun ya Ustadzah?...juga kalimat yang diawali kata seperti البَابَنِ
Jawab==> Jika sudah ada alif lam, tidak boleh ada tanwin lg. Cukup pilih salah satu. Bisa al qooimaatu atau qooimaatun.


Tanya ==> ustadzah...kalau mubtada boleh isim alif lam dan khabar tidak boleh dg alif lam,  benarkah kesimpulan ana?
Jawab==> Benar. Pd asalnya seperti itu.

Tanya Jawab Nahwu : Kalimat Sempurna Jumlah FI'liyyah untuk Fi'il Muta'addiy

Ustadzah = Muthmainnah Jawwas, Lc
Musyrifah = Indriya Ummu Yusuf
Kelas = 1A
Korlas = Susi Ummu Rino


Tanya= Fi'il wajib mufrod... kalau huwa  أحَبَّ... kalau hiyaa  أحَبّتْ... kalau anaa  أحَبَبْتُ.... Apa bisa juga utk anta dan anti... yg juga mufrod... menjadi أحَبَبْتَ dan آحَبَبْتِ
Jawab =  Bisa.

Tanya = Bagaimana kaidah cara membaca ال jika ditengah? Apakah disambung dengan kata sebelumnya dan ا nya tidak dibaca...atau Tidak disambung?
Jawab =
Naam sebaiknya disambung dengan kt sebelumnya, karena ini yg sesuai dgn kaidah..

Tanya = Selama ini yg telah kita pelajari dari JAMA' MUANNATS SALIM adalah
Mufrod     :  muslimatun / muslimatin / muslimatan
Mutsanna   :  muslimataani / muslimataini
jama'        :  muslimaatun (satu jenis saja)
kalau posisi kata itu sebagai nashab maka jd muslimaati... kan...
pertanyaan...: itu terjadi di HANYA MAF'UL BIH yg nashab (saja) atau ada pengecualian2 yg lain... Terimakasih..
Jawab =
Tidak hanya di maf'ul bih. Ada keadaan2 lain yg membuat dia menjadi nashab..

Tanya Jawab Nahwu: Kalimat Sempurna Jumlah Fi'liyyah dengan Fi'il Lazim

Ustazah: .Muthmainnah Jawas,Lc,
Musyrifah : Indri Ummu Yusuf
Korlas : Susi Ummu Rino
Kelas : 1A

Tanya= Masih bingung dg jamak taksir lil ghairil 'aqil, itu di hukumi muannats,yg jamak taksir lil 'aqil hukumnya bs mudzakkar dan bs muannats. Bgmn bisa membedakan... muannats dr jamak taksirnya ghairil 'aqil/ lil 'aqil....???
Jawab=
Membedakannya, lihat dari artinya.. Apakah dia muannats atau mudzakkar. Karena yg berakal itu kan bisa laki2 atau perempuan.. Kalo dia muannats, maka dihukumi muannats. Begitu sebaliknya.

Tanya= apa isim alam itu kebanyakan jama' taksir ghairil 'aqil...?
Jawab=
Tidak juga. Isim alam masuk ke dalamnya nama2 orang.

Tanya= klo jelas2 perempuan... JT lil 'aqil
Jawab =
Iya. Intinya kalo ghair aqil itu benda mati dan hewan. Kalo yg aqil spt manusia, jin, malaikat

Tanya Jawab Nahwu : Pengenalan Nahwu, Ma'rifat - Nakirah, Munsharif - Ghairu Munsharif

Ustadzah.  : Muthmainnah Jawwas ,Lc.
Asisten.      : Indriya Ummu Yusuf
Kelas.          : 1A
Korlas.        : Susi Ummu Rino



Tanya =  Ustadzah untuk jama' muanntas salim bentuknya bisa 2 khan ya?اتٌ  dan اتٍ ? Mengapa ketika belajar sharaf di tabel  tashrif lughowy bentuk yg اتٍ tidak dicantumkan ?bagaimana penggunaannya?
Jawab--
Karena sama2 ات hanya beda di harokat. Jd tdk dicantumkan di sharaf. Berbeda dgn jamak mudzakkar salim yg berbeda di huruf. Penggunaannya nanti dalam kedudukan dia di kalimat, apakah sebgai subjek (fail), objek (maful), dll..

Tanya = Jama' muannats salim jg... berarti.. i'rob nya bs bentuk huruf dan harokat
Jawab =
Tidak, dia harokat saja..

Tanya= Kalau posisi jama' muannats salim sebagai obyek yg fathah... maka tetep kasroh?
Jawab=
Na'am tetap kasroh.
Share